Kamis, 16 April 2015

Cara Berjualan Dengan 7 Langkah

7 Langkah Dalam Menjual

Menjual itu bisa dengan cara offline ataupun Online. Setidaknya sebelum kita berinvestasi untuk sistem penjualan online ada langkah-langkah dasar dalam menjual yang harus diketahui menurut yang saya pelajari.
Sehingga dengan mengetahui langkah-langkah ini, nantinya kita akan mengetahui apa-apa saja yang harus dibangun dalam sistem penjualan online. berikut langkahnya

Saya dan Komunitas sebelum Training salah satu materi Internet Marketing

1. Qualifaying atau disebut juga dengan kualifikasi

Kualifikasi yang dimaksud adalah, menggolongkan orang-orang yang akan menjadi target pasar kita, mulai dari umur, jenis kelamin, status hubungan (menikah), tempat ataupun daerah. Jika kita mampu menggolongkan orang-orang yang akan menjadi target pasar kita inilah yang disebut dengan kualifikasi yang tertarget.

2. Prospecting

Prospecting adalah sebuah langkah untuk mengenalkan integritas diri kita sebagai penjual kepada calon pembeli. Bisa saja dengan pengenalan ataupun misal saya contohkan seperti penjualan offline begini; 
Marketing dari sebuah perusahaan trading sering sekali menelpon kita untuk membuat janji temu, dimana sang marketing tidak pernah membicarakan produk ataupun peluang yang akan ditawarkan. sang marketing hanya fokus bagaimana bisa bertemu dengan orang yang menjadi target (qualifaying) pada tempat yang disepakati bersama. keadaan ini saya sebut sebagai prospecting. Membuat sebuah pertemuan dengan orang yang tertarget.

3.Menawarkan Produk/Jasa

Menawarkan produk/jasa dalam penjualan offline biasa dilakukan dengan Sales Talk dengan Flayer, Brosur ataupun Catalog ada juga dengan presentasi dengan menggunakan slide bahkan sampai dengan Demo. Dalam penjualan online bisa dengan Web Landing Page yang materinya mengedukasi calon pelanggan. Disini kita akan menawarkan produk/jasa berdasarkan fakta yang terdapat pada produk/jasa dilanjutkan dengan arti dan diakhiri dengan manfaat produk atau jasa tersebut. Pada langkah ini sebaiknya seorang penjual harus benar benar memahami produk/jasa yang ditawarkan.

4. Menangani keberatan.

Sering kali seorang penjual malas atau takut menjawab keberatan dari calon pelanggan. padahal dengan adanya pertanyaan yang memberatkan atau bantahan dan membandingkan dengan produk/jasa kompetitor, langkah 1,2 dan 3 berhasil kita laksanakan dengan baik. Artinya si calon pembeli paham dengan produk/jasa yang kita tawarkan, disinilah kemampuan menjual kita harus diasah, agar keberatan tadi dapat dijelaskan dengan baik sehingga menjadi kelebihan produk/jasa kita tanpa menjelekkan produk/jasa kompetitor.

5. Pemesanan atau Order

Pada langkah ini tentunya suatu momen yang memang menjadi tujuan dari si penjual. Mungkin ketelitian sangat perlu di langkah ini. tidak boleh terjadi kesalahan pencatatan pemesanan. Dan sebaiknya pemesanan dipastikan bahwa sipenjual dan sipembeli memiliki kesepakatan dan catatan yang disepakati bersama. Bisa saja dengan misal penandatangan kontrak. Nah klo didunia online biasanya si pembeli akan melakukan transfer ke rekening sipenjual.

6. Penyerahan atau Delivery

Penyerahan, Delivery ataupun pengiriman harus memperhatikan tidak boleh membuat cacat atau juga meneruskan cacat dari sebuah produk/jasa. artinya produk/jasa yang kita jual harus melalui quality control yang baik. Periksalah dan pastikan produk/jasa yang kita serahkan benar benar sesuai dengan kesepakatan pemesanan yang telah disepakati diawal. Agar si pembeli benar benar mendapatkan manfaat sesuai dengan penawaran yang kita lakukan sebelumnya.

7. Merawat Pelanggan

Dengan membuat history ataupun query penjualan dari masing-masing pembeli dalam sebuah Data base nantinya kita akan mudah membuat penjadwalan untuk tindak lanjut setelah pembelian terjadi. Data Base merupakan harta karun yang sangat penting bagi seorang ataupun team penjualan. Ingat ya.. Data Base sangat penting.. karena dengan database kita akan mampu membuat kualifikasi jika ada produk produk yang ingin kita tawarkan kembali. dengan merawat pelanggan secara berkala dan tindak lanjut yang baik. tentunya si pelanggan akan merasa nyaman dan dekat dengan penjual. sehingga akan lebih mudah untuk mendapatkan Repeat Order. Selamat Merawat Pelanggan..

Ingin tau bisnis saya? ini bisnis saya << klik disini
Semoga Bermanfaat
Salam Sayang Untuk Keluarga

Minggu, 12 April 2015

Cara Memulai Bisnis Modalnya Mimpi

Mimpi Modal Utama Memulai Bisnis

Cara memulai bisnis sebenarnya tergantung dari niat dan tekad yang kuat. Dengan niat yang kuat akan terbentuk sebuah motivasi dalam diri. Dimana motivasi ini akan membuat saya berani memunculkan mimpi-mimpi yang saya inginkan. Saya masih ingat dua merk besar kenderaan roda 4 dengan slogan mereka masing masing.

Yang cowok saya yang cewek katanya sih pemeran utama Film Alexandria
foto waktu event di perususahaan "T'

Slogan dari Merk T mengatakan "Moving Forward"
Slogan dari Merk H mengatakan "The Power Of Dream"

Karena saya pernah bekerja hampir 10 tahun sebagai Senior Sales Executive dengan pencapaian penjualan 789 unit kenderaan roda 4 di perusahaan T tentunya saya tau benar apa maksudnya Moving Forward alias Bergerak Terus. Nah kebetulan saat saya bekerja di perusahaan T kenderaan pribadi saya adalah Merk H mungkin karena nama saya Hendri dan logo kenderaan tersebut H. Karena alasan inilah saya agak usil mengapa dua perusahaan besar ini membuat slogan Moving Forward & The Power Of Dream. Akhirnya saya berpikir mereka memiliki kelebihan dan uniqe value masing-masing. dan dari kelebihan itu saya berusaha menyimpulkan maksud mereka. kira kira seperti ini

The Power Of Dream & Moving Forward.
"Kekuatan dari sebuah mimpi akan mampu memberikan energi positif di alam bawah sadar untuk  terus bergerak terus mewujudkan mimpi-mimpi saya"

Ini saya di Show Room Perusahaan T

Mungkin ada yang setuju dengan kesimpulan saya ini atau ada juga yang tidak. 
Terlepas setuju atau tidak setuju yang saya yakini adalah, untuk memulai apapun, apa lagi namanya memulai bisnis, modal pertama adalah mimpi. Jadi saya tidak pernah takut bermimpi, karena semiskin-miskinnya saya setelah resign dari bekerja dengan orang lain dan menemui si bangkrut, saya masih kaya mimpi yang akan tetap membuat saya bersemangat dalam ikhtiar usaha yang saya lakukan. 

Terimakasih Telah Membaca
Salam Sayang Untuk Keluarga